BEKASI — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus menyiapkan tenaga kerja kompeten untuk memenuhi kebutuhan industri hijau atau green jobs seiring meningkatnya pasar kendaraan listrik di Hyundai EV Ecosystem Tour, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Selasa (5/5).
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor mengatakan, transformasi menuju ekonomi hijau menjadi langkah penting dalam menghadapi perkembangan industri masa depan.
“Transformasi menuju ekonomi hijau bukan lagi pilihan melainkan keniscayaan dan sektor kendaraan listrik menjadi bagian penting dalam ekosistem pekerjaan masa depan,” katanya melalui keterangan resmi Kemnaker yang diterima RadarBuntok.com, Selasa (5/5).
Menurutnya, pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir berdasarkan data GAIKINDO.
“Penjualan kendaraan listrik meningkat dari sekitar 10 ribu unit pada 2022 menjadi lebih dari 100 ribu unit pada 2025,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi teknologi otomotif berbasis listrik dan keterampilan industri hijau.
“Geliat pasar yang sangat cepat ini berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang teknologi otomotif berbasis listrik, digitalisasi, serta keterampilan pendukung industri hijau,” tambahnya.
Kemnaker juga memperkuat kolaborasi dengan dunia industri sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Afriansyah mengatakan, kerja sama dengan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) menjadi langkah strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
“Pada tahun 2023 PT HMMI telah memberikan hibah lima unit kendaraan untuk pengembangan pelatihan vokasi kejuruan otomotif di BBPVP Bandung,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan industri menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja profesional yang siap menghadapi tantangan sektor green jobs.
“Sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga pelatihan menjadi kunci agar Indonesia mampu menciptakan tenaga kerja yang produktif dan siap menghadapi tantangan masa depan di sektor green jobs,” ujarnya.
Melalui langkah tersebut pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat kualitas SDM nasional guna mendukung pertumbuhan industri hijau dan kendaraan listrik di Indonesia. (rls/am)












