JAKARTA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke Beijing, China, untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Menurut laporan yang dilansir dari cnn.com, Rabu (6/5), Araghchi telah tiba di Beijing untuk membahas hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional.
“Pertemuan ini akan membahas hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional,” ujarnya dikutip dari sumber resmi Kementerian Luar Negeri Iran.
Kunjungan tersebut, katanya, merupakan bagian dari tur diplomatik Araghchi dalam beberapa pekan terakhir.
“Langkah ini dilakukan untuk menggalang dukungan internasional dan menyelesaikan konflik dengan Amerika Serikat dan Israel,” katanya.
China, tambahnya, merupakan mitra dekat Iran dan pembeli terbesar minyak mentah Teheran.
“Dalam beberapa minggu terakhir, China juga menyerukan agar konflik antara AS, Israel, dan Iran segera diakhiri,” tambahnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyarankan Beijing untuk membantu membawa Iran ke meja perundingan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa China perlu menyampaikan kepada Iran terkait dampak tindakannya di kancah global.
“Tindakan Iran menyebabkan negara itu terisolasi secara global,” ujarnya.
Kedatangan Araghchi di Beijing terjadi sekitar sepekan sebelum rencana kunjungan Presiden Donald Trump ke China.
Dalam kunjungan tersebut, katanya, Trump diperkirakan akan bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping.
Sebelum ke China, Araghchi juga melakukan kunjungan ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.
“Pertemuan itu membahas hubungan bilateral dan isu regional, termasuk konflik Iran dengan Amerika Serikat,” ujarnya.
Kunjungan diplomatik tersebut menunjukkan upaya Iran dalam memperkuat posisi di tengah ketegangan geopolitik global. (am)




