JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan Wadhwani Foundation dan PT Indosat Tbk untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional di Jakarta, Selasa (5/5).
Kerja sama tersebut meliputi peningkatan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan akses layanan ketenagakerjaan termasuk bagi tenaga kerja disabilitas.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan di tengah transformasi dunia kerja yang berlangsung cepat.
“Dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi yang sangat cepat karena disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri telah menciptakan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar kerja,” katanya melalui keterangan resmi Kemnaker yang diterima RadarBuntok.com, Selasa (5/5).
Menurutnya, Indonesia memiliki bonus demografi besar yang harus didukung dengan intervensi dan kolaborasi lintas sektor agar mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan nasional.
“Kesepahaman bersama yang kita tandatangani hari ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja melalui pelatihan soft skills, literasi digital, pengembangan kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi.
“Kolaborasi ini juga mendorong integrasi platform layanan ketenagakerjaan seperti SIAPKerja dan JobReady guna memperluas akses layanan secara inklusif,” tambahnya.
Kolaborasi tersebut juga mencakup pengembangan Talent and Innovation Hub (TIH) sebagai ekosistem pengembangan SDM yang terhubung dengan kebutuhan industri.
Program tersebut menyiapkan talenta tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja melalui penguatan keterampilan digital, kecerdasan buatan (AI), kewirausahaan, serta pembelajaran berbasis proyek bagi penyandang disabilitas.
Melalui kerja sama tersebut pemerintah berharap dapat mendorong terwujudnya talenta masa depan yang kompeten, memperluas kesempatan kerja inklusif, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja nasional. (rls/am)












