Kalimantan Tengah

Antrian BBM Membludak di Buntok, Pemkab Barsel Sidak SPBU dan Evaluasi Distribusi

Radar Buntok
×

Antrian BBM Membludak di Buntok, Pemkab Barsel Sidak SPBU dan Evaluasi Distribusi

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pengendara roda dua mengantre panjang saat pengisian BBM di SPBU Sababilah, Buntok (foto: Radar Buntok)

BUNTOK – Membludaknya antrean dan cepat habisnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Disdagkop) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Buntok.

Sidak tersebut menyasar beberapa titik, di antaranya SPBU Jalan Pahlawan, SPBU Sababilah, dan SPBU Pamait, yang selama beberapa hari terakhir mengalami lonjakan antrean kendaraan.

Menurut Kepala Disdagkop Barsel, Harmito, sidak dilakukan untuk mengetahui secara langsung penyebab antrean panjang dan sering tutupnya SPBU lebih cepat dari biasanya.

“Kita hari ini bersama tim turun sidak ke semua SPBU untuk melihat langsung apa saja penyebab persoalan ini terjadi,” ujarnya saat melakukan sidak di sejumlah SPBU di Buntok, Jumat (17/4/26).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi stok BBM serta distribusinya kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, hampir seluruh SPBU mengalami pembatasan pasokan BBM dari pihak Pertamina.

“Setiap pengiriman hanya mendapat 8.000 liter dari kapasitas 16.000 liter sehingga dengan banyaknya antrean stok cepat habis sebelum siang,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya mengimbau seluruh SPBU agar dapat membagi penyaluran BBM secara bijak kepada masyarakat.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel, Ita Minarni, dan hasilnya akan segera dibahas untuk solusi terbaik, termasuk terkait Harga Eceran Tertinggi (HET),” tambahnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan distribusi dan harga BBM di tingkat masyarakat.

Sementara itu, Pengelola SPBU Sababilah Buntok, Visal mengatakan, kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan akibat isu kenaikan harga BBM.

“Minyak yang kita terima hanya setengah dari kapasitas tangki yaitu 8.000 liter sehingga dengan banyaknya antrean kerap belum setengah hari sudah habis,” katanya.

Dengan adanya sidak tersebut diharapkan dapat memberikan solusi cepat terhadap persoalan antrean panjang serta menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat Barsel.

Langkah ini juga menjadi bentuk pengawasan pemerintah daerah agar distribusi BBM tetap terkendali dan tidak merugikan masyarakat. (am)