JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan menghentikan sementara Project Freedom terkait pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Menurut Trump, keputusan tersebut diambil karena adanya kemajuan signifikan menuju kesepakatan lengkap dengan Iran.
“Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain serta keberhasilan militer yang luar biasa, kami telah mencapai kemajuan besar menuju kesepakatan lengkap dengan Iran,” ujarnya di Truth Social, dilansir dari cnn.com, Rabu (6/5).
Sementara blokade tetap diberlakukan, katanya, penghentian sementara Project Freedom dilakukan untuk memberi ruang penyelesaian kesepakatan.
“Proyek kebebasan akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan dapat diselesaikan dan ditandatangani,” katanya.
Project Freedom sendiri, tambahnya, baru diumumkan beberapa hari lalu sebagai operasi pengamanan jalur pelayaran strategis.
“Operasi ini bertujuan memastikan kapal-kapal komersial tetap aman dari ancaman,” tambahnya.
Namun demikian, ketegangan sempat terjadi antara militer AS dan Iran yang saling melakukan serangan.
Meski begitu, ujarnya, pemerintah AS menegaskan bahwa gencatan senjata masih tetap berlangsung.
“Fokus kami tetap pada stabilitas dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa operasi tersebut merupakan langkah awal membuka kembali jalur pelayaran.
“Ini adalah langkah pertama menuju pembukaan penuh jalur air penting tersebut,” katanya.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menambahkan bahwa Project Freedom bersifat defensif dan terbatas.
“Operasi ini terpisah dari kegiatan militer lain dan hanya untuk melindungi pelayaran komersial dari agresi Iran,” demikian katanya. (am)




