Nasional

Wamenaker Afriansyah Noor: Kompetensi SDM Jadi Kunci Hadapi Digitalisasi dan AI

Akhmad Madani
×

Wamenaker Afriansyah Noor: Kompetensi SDM Jadi Kunci Hadapi Digitalisasi dan AI

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor (foto: Radar Buntok/hms Kemnaker)

JAKARTA — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor menegaskan pentingnya penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia untuk menjawab tantangan masifnya perkembangan digitalisasi global, termasuk Artificial Intelligence (AI).

Afriansyah Noor mengatakan, dunia kerja saat ini mengalami perubahan besar akibat perkembangan teknologi digital yang memicu terjadinya ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) di berbagai sektor pekerjaan.

“Dunia kerja sedang mengalami perubahan besar akibat AI dan digitalisasi. Tantangan kita bukan hanya soal jumlah, tetapi kualitas dan kesesuaian keterampilan,” katanya melalui keterangan pers Biro Humas Kemnaker yang diterima Radar Buntok, Kamis (7/5).

Menurutnya, berdasarkan data Sakernas November 2025, dari 218,85 juta penduduk usia kerja, terdapat 7,35 juta pengangguran yang masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Ini menjadi tantangan bersama agar lulusan pendidikan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mempercepat pemberdayaan angkatan kerja melalui platform SIAPkerja sebagai sistem digital terintegrasi yang menjadi single gateway layanan ketenagakerjaan.

“Melalui SIAPkerja, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan pelatihan, penempatan kerja hingga sertifikasi secara lebih efisien dan terintegrasi,” tambahnya.

Selain digitalisasi layanan, Kemnaker juga fokus pada pelatihan berbasis kompetensi untuk memperkuat hard skill dan soft skill tenaga kerja melalui program reskilling dan upskilling.

Afriansyah Noor mengatakan, program ketenagakerjaan pemerintah dibangun di atas pilar strategis peningkatan kompetensi SDM melalui penguatan kurikulum, sertifikasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Kemnaker fokus pada perluasan penempatan tenaga kerja dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri dan lembaga pendidikan. Semua ini didukung reformasi ketenagakerjaan dan pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen membangun ekosistem ketenagakerjaan Indonesia periode 2024–2029 yang kuat, inklusif dan adaptif untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten, terlindungi dan mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya. (rls/am)