Nasional

Menaker Yassierli Dorong Talenta Muda Jadi Inovator Lewat Talent & Innovation Hub

Akhmad Madani
×

Menaker Yassierli Dorong Talenta Muda Jadi Inovator Lewat Talent & Innovation Hub

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (foto: Radar Buntok/hms Kemnaker)

BANDUNG BARAT — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya penguatan ekosistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui keterhubungan pelatihan vokasi, pendidikan dan dunia industri untuk menjawab tantangan digitalisasi serta perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Yassierli mengatakan, pengembangan SDM tidak cukup hanya menyiapkan generasi muda untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga harus mendorong mereka menjadi inovator dan pencipta peluang usaha.

“Talenta muda perlu dipersiapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan solusi inovatif,” katanya melalui keterangan pers Biro Humas Kemnaker yang diterima Radar Buntok, Minggu (10/5).

Menurutnya, Talent & Innovation Hub merupakan upaya Kemnaker untuk memperkuat keterhubungan antara pelatihan vokasi, pendidikan dan dunia industri dalam rangka melahirkan SDM yang produktif, adaptif dan berdaya saing global.

“Dari learning menjadi earning, dari potensi menjadi produktivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Estiarty Haryani mengatakan, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat lahirnya wirausaha muda dan startup berbasis inovasi.

“Melalui Talent & Innovation Hub, kami ingin menghadirkan ruang pengembangan talenta yang terintegrasi, mulai dari kesiapan kerja, pengembangan kewirausahaan, hingga akses jejaring dan pasar,” katanya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama dengan perguruan tinggi, perusahaan, asosiasi dan yayasan untuk memperkuat sinergi pengembangan talenta, penempatan tenaga kerja, serta pemberdayaan tenaga kerja muda dan penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.200 peserta secara luring dan daring yang berasal dari kalangan alumni pelatihan vokasi, pencari kerja, UMKM, startup, perguruan tinggi, industri dan komunitas. (rls/am)