BUNTOK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Riri Fardhani menyoroti tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) di wilayah setempat.
Menurutnya, atas kondisi tersebut, DPRD Barsel menilai persoalan harga BBM perlu menjadi bahan evaluasi bersama karena masyarakat masih kesulitan mendapatkan bahan bakar dengan harga wajar.
“Saya turun ke lapangan dari kemarin, dari hasil tanya jawab dengan masyarakat harga minyak masih meningkat,” ujarnya di Buntok, ibu kota Barsel, Kamis (30/4).
Ia mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan, rata-rata harga pertalite berkisar Rp15.000 hingga Rp16.000 per liter dan pertamax Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter di tingkat masyarakat.
“Dari hasil lapangan, informasi yang kami terima, harga dari pelangsir atau pengambil pertama pertalite sekitar Rp14.250 dan pertamax Rp15.250,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian bersama, khususnya terkait distribusi dan pengawasan harga BBM di Barsel.
“Perlu peran pemerintah, eksekutif, dan tokoh masyarakat untuk turun langsung ke lapangan meminimalisir masalah harga minyak,” tambahnya.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan persoalan harga BBM dapat ditekan sehingga tidak terus membebani masyarakat.
Sementara itu, DPRD Barsel membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi terkait persoalan BBM di daerah tersebut.
Masyarakat diimbau membentuk perwakilan tokoh dan menyampaikan surat permohonan audiensi agar aspirasi dapat ditindaklanjuti oleh legislatif kepada pihak eksekutif. (am)












