Nasional

BGN Sidak Dapur MBG Viral Joget Cuan Rp 6 Juta di Bandung Barat

Radar Buntok
×

BGN Sidak Dapur MBG Viral Joget Cuan Rp 6 Juta di Bandung Barat

Sebarkan artikel ini
Tim Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Hendrik di Bandung Barat yang viral karena klaim insentif Rp 6 juta per hari (foto: Radar Buntok/ist)

JAKARTA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pria viral joget ‘cuan Rp 6 juta’ disidak langsung Badan Gizi Nasional (BGN) yang dipimpin Brigjen Doni Dewantoro.

Dilansir dari detik.com, Rabu (25/3), momen sidak tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial saat tim BGN meninjau langsung kondisi dapur.

Terlihat Brigjen Doni Dewantoro mengamati area dapur dan menyoroti akses ruang yang dinilai kurang layak untuk proses distribusi makanan.

“Seharusnya, Mas, tempat, nih susah juga. Kita mau lewat mana, kan susah nih, Mas, ya kan?” ujarnya.

Menurutnya, tata letak dapur perlu diperbaiki agar alur produksi makanan sesuai standar kebersihan dan keamanan.

“Ini, Mas, begini, Mas, yang ini, ini dikasih pintu saja, ini bisa dijadikan tempat untuk gudang,” katanya.

Ia menambahkan jalur distribusi makanan tidak boleh melewati area kotor seperti loading area.

“Seharusnya nggak boleh, Mas, dari ompreng ke tempat packing melewati loading area yang kotor,” tambahnya.

Pria pemilik SPPG tersebut, katanya, siap mengikuti arahan dari tim BGN untuk melakukan pembenahan dapur.

“Siap, Mas, mau ditutup siap, Pak,” katanya.

Sebelumnya, pria bernama Hendrik itu viral karena menyebut mendapat insentif Rp 6 juta per hari dari program MBG.

“Jadi hari ini saya menjelaskan insentif Rp 6 juta yang saya dapatkan itu dari mana,” ujarnya.

Insentif tersebut ,katanya, bukan berasal dari jatah makanan anak-anak melainkan bentuk apresiasi dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Jadi itu insentif bukan diambil dari jatah anak-anak, itu dari insentif yang Bapak Presiden berikan,” katanya.

Hendrik juga mengaku telah mengeluarkan modal besar untuk membangun dapur MBG secara mandiri di wilayah Bandung Barat.

“Kami membangun dapur ini pakai uang sendiri, saya mengeluarkan modal Rp 3,5 M,” ujarnya.

Ia menyebut hingga saat ini belum mencapai titik balik modal meski mendapatkan insentif harian.

“Jujur saja, kami belum balik modal sampai sekarang,” katanya.

Hendrik menjelaskan perhitungan insentif tidak berlangsung selama satu bulan penuh melainkan hanya dalam hari operasional program.

“Bukan Rp 6 juta dikali 30 hari, tapi dikalikan 24 hari,” tambahnya.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait program MBG. (am)