Edukasi

Inovasi Energi Hijau: Siswa SMAN 3 Dusun Utara Ubah Limbah Daun Karet Jadi Briket Ramah Lingkungan

Akhmad Madani
×

Inovasi Energi Hijau: Siswa SMAN 3 Dusun Utara Ubah Limbah Daun Karet Jadi Briket Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Produk briket daun karet hasil inovasi siswa Kelas X SMAN 3 Dusun Utara yang dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah daun karet kering

Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Dusun Utara laksanakan proyek kreatif briket daun karet kering. Kegiatan ini bertempat di lingkungan sekolah SMA Negeri 3 Dusun Utara.

Kegiatan inovatif ini dibimbing langsung oleh Ibu Eka Puspitasari, S.Pd., M. Pd. selaku Guru Pengampu Mata Pelajaran Kimia, dan diikuti secara aktif oleh 12 siswa kelas X SMA Negeri 3 Dusun Utara sebagai subjek pelaksana. Jalannya kegiatan ini juga melibatkan perwakilan pekebun karet desa Bundar selaku mitra pembelajaran di lapangan, serta perwakilan guru dan tenaga kependidikan SMAN 3 Dusun Utara.

■ Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini mengangkat proyek inovasi pembuatan briket dari daun karet kering. Topik ini sangat relevan bagi siswa kelas X SMAN 3 Dusun Utara karena memanfaatkan potensi lokal daun karet kering yang melimpah di wilayah tersebut namun selama ini belum dioptimalkan secara ekonomis.

Siswa kelas X SMAN 3 Dusun Utara saat melakukan observasi dan pengamatan langsung di perkebunan karet dekat sekolah

Melalui prinsip pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, para siswa dibawa untuk mendapatkan pengalaman belajar secara utuh. Aktivitas dimulai dari pemahaman teori, mengaplikasikannya dalam aksi nyata berupa pencetakan atau pemadatan mekanis briket biomassa di lapangan, hingga merefleksikan hasil karyanya secara kritis. Proyek ini juga memanfaatkan integrasi teknologi pada Kelas Digital Huma Betang guna menunjang pengolahan data kelompok secara interaktif.

■ Edukasi Pemanfaatan Bahan Alam Berkelanjutan

Melalui pembelajaran ini, siswa diajari dan diajak menyadari bahwa limbah daun kering tidak selamanya harus berakhir sia-sia dengan dibakar begitu saja. Selain dapat diolah menjadi pupuk kompos yang menyuburkan tanaman, siswa kini dibekali keterampilan baru bahwa sampah daun kering tersebut juga bisa disulap menjadi briket biomassa bernilai guna tinggi. Proses pengolahan bahan alam ini tidak hanya mengurangi kebiasaan pembakaran terbuka di desa, melainkan melatih nalar kreatif siswa untuk melahirkan inovasi bahan bakar alternatif mandiri yang hemat biaya bagi kebutuhan rumah tangga.

■ Tanggapan dan Dukungan Pihak Sekolah serta Pengawas

Inovasi ini mendapat apresiasi tinggi dari internal sekolah. Perwakilan guru SMAN 3 Dusun Utara menyampaikan bahwa proyek ini berhasil menghidupkan suasana belajar kimia menjadi menyenangkan dan aplikatif bagi siswa.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala SMAN 3 Dusun Utara, Bapak Juli Suseno, S.Pd. Beliau menyatakan rasa bangganya atas terobosan ini. “Pihak sekolah sangat mendukung penuh proyek kreatif ini. Ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan sarana bukan hambatan untuk melahirkan karya inovatif yang memanfaatkan potensi lokal lingkungan sekitar sekolah,” ujarnya.

Apresiasi senada turut datang dari Pengawas Pembina, Ibu Johana Christina Ria Simanjuntak, S.Pd. Beliau menilai bahwa praktik baik yang dilaksanakan di SMAN 3 Dusun Utara ini patut menjadi contoh. “Proyek pembuatan briket dari daun karet ini secara nyata berhasil mengintegrasikan Teknologi yaitu Kelas Digital Huma Betang dengan aksi lingkungan luar kelas. Pembelajaran seperti inilah yang dibutuhkan siswa untuk melatih kemandirian dan berpikir kreatif,” ungkapnya.

Diharapkan, hasil dari aksi nyata pembuatan briket ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi kreativitas di lingkungan sekolah, tetapi juga melahirkan perwujudan dimensi kewargaan global yang nyata. Melalui kolaborasi aktif bersama pekebun karet lokal, proyek ini diharapkan dapat mendorong masyarakat desa untuk bersama-sama mengembangkan hilirisasi energi alternatif ramah lingkungan secara berkelanjutan.