Nasional

2.100 Peserta Uji Ahli K3 Kemnaker Tekankan Pentingnya Kompetensi K3 Industri

Akhmad Madani
×

2.100 Peserta Uji Ahli K3 Kemnaker Tekankan Pentingnya Kompetensi K3 Industri

Sebarkan artikel ini
Suasana peserta mengikuti kegiatan evaluasi dan sertifikasi Ahli K3 Umum di ruang pelatihan berbasis komputer (foto: Radar Buntok/hms Kemnaker)

JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Calon Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 peserta dari berbagai daerah pada 12–13 Mei 2026.

Evaluasi dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar sebagai bagian dari penguatan kompetensi K3 nasional.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemnaker Ismail Pakaya menegaskan peningkatan kompetensi Ahli K3 menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan dunia industri.

“Kegiatan evaluasi ini bukan sekadar proses administratif tetapi memastikan calon Ahli K3 memahami norma dan prinsip K3 agar mampu menjalankan perannya secara profesional dalam menciptakan budaya kerja yang aman dan produktif,” ujarnya melalui keterangan pers Biro Humas Kemnaker yang diterima Radar Buntok, Selasa (12/5).

Menurutnya, keterlibatan 2.100 peserta menunjukkan tingginya kebutuhan tenaga kerja kompeten di bidang keselamatan kerja.

“Penguatan kompetensi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan lingkungan kerja yang aman sekaligus produktif,” katanya.

Salah satu peserta asal Lamongan, Syibro Ihmi, mengatakan kompetensi K3 menjadi syarat penting untuk memasuki dunia industri.

“Untuk memasuki dunia industri diperlukan kompetensi di bidang K3 sehingga saya mengikuti kegiatan ini agar memahami penerapan K3 di tempat kerja,” ujarnya.

Ia menilai tantangan penerapan K3 masih berkaitan dengan kesadaran penggunaan alat pelindung diri di lingkungan kerja.

“Masih ada pekerja yang memilih cara praktis dan tidak mau repot padahal keselamatan kerja sangat penting serta perlengkapan APD di beberapa tempat kerja belum optimal,” katanya.

Ia menambahkan peran Ahli K3 tidak hanya memahami regulasi tetapi juga membangun budaya keselamatan melalui edukasi pekerja.

“Ahli K3 harus mampu mendorong perubahan budaya keselamatan di tempat kerja,” tambahnya.

Peserta lainnya Aidil Cahyadi asal Makassar mengatakan tantangan terbesar adalah membagi waktu antara pekerjaan dan proses pembelajaran.

“Namun tantangan tersebut menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, sertifikasi ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai penerapan keselamatan kerja di industri.

“Kegiatan ini sangat penting karena membantu kami memahami penerapan K3 tidak hanya dari sisi teori tetapi juga praktik secara langsung,” katanya.

Kemnaker optimistis penguatan kompetensi Ahli K3 akan mendorong budaya keselamatan kerja di berbagai sektor industri nasional. (rls/am)