Edukasi

Festival Literasi Harati 2026: Wabup Barsel Ajak Generasi Muda Melek Informasi dan Finansial

Akhmad Madani
×

Festival Literasi Harati 2026: Wabup Barsel Ajak Generasi Muda Melek Informasi dan Finansial

Sebarkan artikel ini
Wabup Barsel, Khristianto Yudha (tengah kanan), didampingi Asisten III, Eko Hermansyah (kiri), Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Adhi Nugroho (tengah kiri), serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat, Swita Minarsih (kanan), saat pembukaan Festival Literasi Harati 2026 di Buntok (foto: Radar Buntok/ist)

BUNTOK – Wakil Bupati (Wabup) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Khristianto Yudha menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Khristianto Yudha saat membuka Roadshow Festival Literasi Harati 2026 yang difasilitasi Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) setempat di Aula Kantor Baperinda Buntok, Kamis (23/4).

Menurutnya, literasi saat ini tidak lagi hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi serta mengambil keputusan secara cerdas dan bertanggung jawab.

“Tema Festival Literasi Harati Tahun 2026, Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities, sangat relevan dalam menyiapkan masyarakat yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Ia mengatakan, integrasi edukasi mengenai literasi ekonomi, inflasi dan kebanksentralan menjadi bagian penting dalam membentuk pemahaman generasi muda terhadap stabilitas harga dan pola konsumsi bijak.

“Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengendalian inflasi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pelaksanaan roadshow tersebut menjadi bukti bahwa penguatan budaya literasi memerlukan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas literasi sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Ia menambahkan, budaya literasi yang kuat akan mendorong lahirnya masyarakat yang cerdas dan berdaya saing di era digital.

“Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap program literasi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Adhi Nugroho mengatakan, budaya membaca merupakan pintu masuk dalam memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi di kalangan generasi muda,” katanya.

Kepala Disperpusip Barsel, Swita Minarsih mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi informasi, digital dan finansial khususnya bagi pelajar.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk generasi yang cerdas, kritis dan berdaya saing,” katanya.

Festival yang berlangsung selama satu hari itu diisi dengan berbagai materi edukasi, diskusi serta perlombaan literasi bagi pelajar.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya literasi di Barsel. (am)