Nasional

Wamenaker Fasilitasi Dialog Perselisihan Industrial Multistrada Bekasi

Akhmad Madani
×

Wamenaker Fasilitasi Dialog Perselisihan Industrial Multistrada Bekasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor (foto: Radar Buntok/hms Kemnaker)

BEKASI — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah Sarana Tbk dan serikat pekerja guna mendorong penyelesaian perselisihan hubungan industrial secara dialogis sesuai ketentuan perundang-undangan.

Afriansyah Noor mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyelesaian ketenagakerjaan berjalan kondusif di tengah tantangan ekonomi global yang memengaruhi sektor manufaktur.

“Seluruh pihak perlu mengutamakan penyelesaian melalui dialog bipartit dengan tetap menjaga kondusivitas hubungan industrial di tengah tantangan ekonomi global yang memengaruhi sektor industri manufaktur,” katanya melalui keterangan pers Biro Humas Kemnaker yang diterima Radar Buntok, Selasa (12/5).

Menurutnya, pemerintah mengapresiasi sikap manajemen dan serikat pekerja yang tetap membuka ruang komunikasi di tengah situasi yang berkembang.

“Penyelesaian melalui komunikasi dan musyawarah menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus melindungi hak-hak pekerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Ketenagakerjaan telah menugaskan mediator hubungan industrial untuk memfasilitasi komunikasi antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja.

“Pemerintah mendorong agar seluruh proses dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan mengedepankan dialog yang sehat serta menahan diri dalam setiap tahapan,” tambahnya.

Perusahaan yang merupakan bagian dari Michelin Group tersebut saat ini menghadapi tekanan akibat melemahnya permintaan pasar ekspor global.

Afriansyah Noor mengatakan, kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas produksi sehingga mendorong penyesuaian operasional dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya berharap proses dialog dapat segera menghasilkan titik temu sehingga aktivitas operasional perusahaan kembali berjalan normal dan hubungan industrial tetap harmonis,” katanya.

Pemerintah berharap proses dialog yang difasilitasi dapat menghasilkan solusi terbaik bagi pekerja dan keberlangsungan usaha sekaligus menjaga iklim hubungan industrial sektor manufaktur tetap kondusif. (rls/am)