JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat strategi komunikasi publik agar kebijakan ketenagakerjaan lebih mudah dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas melalui kolaborasi dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (IKA FIKOM UNPAD) berbasis data dan teknologi digital di Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (11/5).
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Sekretaris Jenderal IKA FIKOM UNPAD Ivan Garda yang disaksikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli serta Ketua Umum IKA FIKOM UNPAD Hendri Satrio.
Yassierli mengatakan, komunikasi publik menjadi instrumen penting dalam memastikan kebijakan pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Komunikasi merupakan kompetensi penting bagi angkatan kerja Indonesia sehingga melalui kerja sama ini kami ingin memperkuat kemampuan komunikasi di seluruh ekosistem ketenagakerjaan,” katanya.
Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menuntut pemerintah menghadirkan pendekatan komunikasi yang lebih adaptif, inklusif, dan sederhana.
“Karena itu kolaborasi dengan institusi yang memiliki kepakaran di bidang komunikasi menjadi penting untuk memperkuat kualitas penyampaian informasi publik,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, Kemnaker dan IKA FIKOM UNPAD akan fokus mengembangkan strategi diseminasi informasi modern termasuk penyusunan narasi kebijakan yang relevan dengan perkembangan zaman serta penyampaian data yang cepat, akurat, dan tepercaya.
Yassierli menambahkan, kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah sehingga masyarakat, pekerja, pencari kerja, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan memperoleh pemahaman utuh terhadap kebijakan ketenagakerjaan.
“Komunikasi publik adalah kunci agar masyarakat tidak hanya mengetahui, tetapi juga merasakan manfaat dari setiap kebijakan ketenagakerjaan yang dihadirkan pemerintah,” tambahnya.
Ketua Umum IKA FIKOM UNPAD Hendri Satrio menyampaikan optimismenya terhadap kolaborasi tersebut melalui semangat “Komunikatif, Produktif, dan Kompeten” untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Tujuannya adalah agar Indonesia menjadi lebih baik sehingga melalui kolaborasi ini diharapkan terwujud peningkatan kompetensi tenaga kerja khususnya di bidang komunikasi,” ujarnya. (rls/am)



