BUNTOK – Wakil Bupati (Wabup) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Khristianto Yudha meresmikan Balai Basarah “Pakat Maeh” serta menghadiri Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Desa Lembeng, Kecamatan Dusun Selatan, Senin (15/6).
Peresmian Balai Basarah tersebut menjadi momentum memperkuat kehidupan keagamaan, sosial dan budaya masyarakat yang dibangun melalui semangat kebersamaan dan gotong royong warga setempat.
Menurut Khristianto Yudha, Balai Basarah yang diresmikan bukan sekadar sebuah bangunan fisik semata.
“Bangunan ini lahir dari semangat kebersamaan masyarakat, gotong royong, kepedulian dan tekad untuk menyediakan tempat sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial dan budaya,” ujarnya.
Ia mengatakan, Balai Basarah Pakat Maeh diharapkan menjadi rumah bersama bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat persaudaraan.
“Tempat masyarakat berkumpul, bermusyawarah, belajar serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda,” katanya.
Kekuatan sebuah desa, tambahnya, tidak hanya terletak pada pembangunan fisik tetapi juga pada eratnya hubungan antarwarga yang terus dijaga.
“Karena sesungguhnya kekuatan sebuah desa tidak hanya terletak pada pembangunan fisiknya, tetapi juga pada eratnya hubungan antarawarganya,” tambahnya.
Ia mengatakan, masyarakat Desa Lembeng telah menunjukkan teladan dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan di tengah keberagaman yang ada.
“Nilai-nilai inilah yang menjadi modal penting dalam membangun Barsel yang maju dan sejahtera,” katanya.
Melalui kegiatan Dharma Santi, tambahnya, seluruh masyarakat diajak terus memperkuat semangat persaudaraan, saling memaafkan dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai pemisah,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel, katanya, akan terus mendukung berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan kehidupan beragama, melestarikan budaya serta memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang jalan dan gedung yang berdiri, tetapi juga tentang masyarakat yang hidup rukun, damai dan saling mendukung,” katanya.
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa serta masyarakat Desa Lembeng yang mengikuti rangkaian peresmian Balai Basarah dan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. (am)



