Nasional

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry Terintegrasi untuk 500 Warga Garut

Akhmad Madani
×

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry Terintegrasi untuk 500 Warga Garut

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berdialog dengan masyarakat dalam kegiatan pelatihan agroforestry terintegrasi yang digelar Kemnaker di Garut (foto: Radar Buntok/hms Kemnaker)

GARUT — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan agroforestry terintegrasi bagi 500 warga Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, sebagai upaya memperluas peluang kerja sekaligus mendorong pengembangan usaha berbasis potensi desa.

Program tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi wilayah Desa Karamatwangi yang memiliki kawasan hutan sosial seluas sekitar 160 hektare serta didukung ekosistem usaha lokal dan komitmen pemerintah desa dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan, pelatihan tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha berkelanjutan dari potensi desa yang dimiliki.

“Kami dari Kemnaker siap melatih 500 orang. Silakan Pak Kades dibuatkan data dan daftar peserta pelatihannya,” katanya melalui keterangan pers Biro Humas Kemnaker yang diterima Radar Buntok, Sabtu (9/5).

Menurutnya, Desa Karamatwangi dipilih karena memiliki potensi agroforestry yang kuat dengan dukungan ketersediaan lahan, pelaku usaha lokal serta komitmen pemerintah desa dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.

“Pelatihan ini kami desain agar terintegrasi dari hulu sampai hilir, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga peluang usaha dari potensi desa yang ada,” ujarnya.

Pelatihan tersebut mencakup sektor agroforestry mulai dari budidaya kopi, pengolahan pascapanen, roasting hingga barista guna memperkuat pengembangan usaha berbasis kopi di wilayah setempat.

Selain itu, Kemnaker juga menyiapkan pelatihan hortikultura seperti budidaya kentang dan cabai untuk memperkuat sektor pertanian produktif masyarakat desa.

Di sektor pariwisata, pelatihan juga diberikan melalui materi hospitality dan tour guide guna mendukung pengembangan wisata berbasis alam serta pertanian di Kabupaten Garut.

Yassierli berharap, program tersebut dapat menjadikan Desa Karamatwangi sebagai desa percontohan pengembangan ekonomi berbasis agroforestry yang mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

“Dari hulu sampai hilir semuanya terintegrasi. Harapannya, masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan bisa mendapatkan peluang kerja dan usaha dari potensi yang ada di desa,” tambahnya.

Sebelumnya, Kemnaker telah melaksanakan pelatihan berbasis potensi lokal secara bertahap bagi 64 peserta pada 2025 hingga 2026 di sejumlah desa di wilayah Cisurupan.

Pada 2025, pelatihan dilakukan di Desa Genengjaya melalui budidaya kopi serta di Desa Cipaganti melalui pelatihan penyangraian biji kopi yang kemudian dilanjutkan pada 2026 di Desa Genengjaya, Desa Karamatwangi dan Desa Simpang dengan fokus pada budidaya, pascapanen hingga roasting kopi. (rls/am)