Kalimantan Tengah

Dusun Hilir, Wilayah Tertua Barsel Sejak 1959, Masih Dilanda Krisis Listrik

Akhmad Madani
×

Dusun Hilir, Wilayah Tertua Barsel Sejak 1959, Masih Dilanda Krisis Listrik

Sebarkan artikel ini
Wilayah Kecamatan Dusun Hilir, Barsel, Kalteng, yang berada di sepanjang aliran Sungai Barito (foto: Radar Buntok/dok)

BUNTOK – Krisis listrik masih melanda Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), karena masyarakat hingga kini belum menikmati layanan listrik 24 jam.

Warga Mengkatip, Rahman mengatakan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena wilayahnya belum mendapatkan layanan listrik penuh di tengah perkembangan zaman saat ini.

“Di era yang sangat maju seperti sekarang ini, sangat memprihatinkan wilayah kami Mengkatip, Kecamatan Dusun Hilir masih belum dialiri listrik 24 jam,” katanya kepada RadarBuntok.com, Senin (4/5).

Saat ini, ujarnya, aliran listrik di Kelurahan Mengkatip dan sejumlah desa hanya menyala mulai sore hingga pagi hari.

“Kami hanya menikmati listrik dari sore sampai pagi, setelah itu padam kembali hingga sore hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kecamatan Dusun Hilir memiliki nilai sejarah penting sebagai salah satu wilayah awal terbentuknya Kabupaten Barsel sejak tahun 1959 sehingga dinilai layak menjadi prioritas pembangunan daerah.

“Wilayah ini sejak 1959 sudah menjadi bagian dari sejarah awal Barsel, karena itu kami berharap ada perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik,” tambahnya.

Warga lainnya, Awaludin mengatakan, masyarakat berharap adanya layanan listrik 24 jam serta akses jalan darat yang layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap listrik bisa menyala 24 jam dan akses jalan darat dari Desa Lehai menuju Buntok bisa dilalui dengan baik,” katanya.

Saat ini, ujarnya, tower listrik di wilayah tersebut sebenarnya telah berdiri namun belum dapat difungsikan karena jaringan kabel belum terpasang.

“Tower listrik dari Desa Lehai dan di Kelurahan Mengkatip sudah berdiri, namun jaringan kabelnya belum terpasang sehingga belum bisa digunakan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Buntok, Vivin Aprianor mengatakan, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi kelistrikan yang belum sepenuhnya normal di wilayah Dusun Hilir.

“Wilayah Dusun Hilir merupakan kewenangan PLN ULP Tamiang Layang, Barito Timur (Bartim), Kalteng,” ujarnya saat dikonfirmasi RadarBuntok.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (5/5).

Kendala utama saat ini, ujarnya, adalah proses perizinan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait penyeberangan jaringan kabel di Sungai Barito.

“Kendala yang kami hadapi adalah perizinan dari Kementerian Perhubungan karena jalur kabel melintasi lalu lintas Sungai Barito,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya agar izin segera keluar sehingga pemasangan jaringan listrik dapat segera diselesaikan.

“Kami berharap izin segera keluar agar jaringan kabel dapat dipasang dan masyarakat bisa menikmati listrik 24 jam,” tambahnya.

PLN memastikan proses percepatan pemasangan jaringan terus dilakukan agar kebutuhan listrik masyarakat dapat segera terpenuhi.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar menunggu proses penyelesaian perizinan agar pembangunan jaringan segera direalisasikan. (am)